Mengenal Jenis Foto di Media

Minggu, 4 November 2012 | 19:44 | 4227 Views | Fotografer: Dodo Hawe | Editor: Dodo Hawe

Sering kita lihat foto yang terpampang diberbagai media cetak maupun media online. Namun mungkin kita tidak pernah memperhatikan dan mengenali sebenarnya jenis foto apa yang terpampang dan hampir setiap hari kita nikmati itu.

Berikut sekilas tentang beberapa jenis foto yang sering menghiasi halaman media cetak maupun news online yang sering kita temui dalam keseharian kita, yaitu.

Foto Tunggal – foto tunggal atau single picture adalah jenis berita foto, berupa foto yang disertai keterangan pendukungnya berupa teks foto (caption) yang menyertainya. Foto tunggal ini bisa berdiri sendiri atau bisa menyertai sebuah berita maupun sebuah features.

Foto tunggal biasanya banyak disiarkan oleh kantor berita. Karena memang dalam model penyiarannya, kantor berita hanya mengirim foto-foto kepada pelanggannya berdasarkan per satu foto yang terus menerus sesuai perkembangan berita foto yang terjadi.

Salah satu foto tunggal grup balet yang mempetontonkan kemampuan baletnya menjelang pertunjukkan kolosal.

Setiap foto-foto yang dikirim oleh kantor berita juga selalu dilengkapi teks foto yang melekat. Kalau di media cetak kita mengenal foto tunggal atau disebut juga foto lepas. Artinya foto yang berdiri sendiri disertai teks foto, namun tanpa ada berita yang menyertai.

Foto lepas bisa berisi foto-foto tentang peristiwa tertentu maupun foto-foto yang menyangkut publik inters seperti, foto krititik sosial (jalan rusak, halte rusak, pelanggaran lalu lintas, layanan masyarakat dll). Beberapa media memberikan kebijakan tertentu terhadap keberadaan foto tunggal (foto lepas) ini.

Contoh: Dalam sebuah peristiwa tertentu, biasanya kalau visualnya menarik, namun nilai beritanya biasa atau kurang menarik. Maka dalam penyajiannya cukup dengan menampilkan foto dengan keterangan foto yang menyertai, tentu dengan penjelasan keterangan foto yang lebih lekap dan menyeluruh.

Foto Sikuen (Sequence) – adalah sebuah yang menampilkan penempatan gambar (foto) secara berurutan sesuai kronologis waktu kejadian. Urutan peristiwa yang digambarkan sesuai aliran waktu linier. Foto sikuen bisa memperlihatkan pergerakan (seperti aspek sinematografis) di dalam peristiwa yang terekam itu dan menghubungkan satu peristiwa dengan peristiwa berikutnya.

Foto sikuen bisanya menggambarkan sebuah foto peristiwa dengan adegan kejadian berurutan dari sebuah peristiwa atau kejadian. Jika salah satu adegan foto itu, dikurangi dalam penyajiannya maka penggambarannya akan terasa pincang.

Contoh : Foto yang menghambarkan urut-urutan merobohkan gedung dari sebelum dirobohkan hingga rata dengan tanah.

Contoh foto sikuen perobohan gedung

Foto seri (Series) – foto yang menampilkan berbagai macam foto atas sebuah kejadian peristiwa tertentu, yang bertujuan memberi gambaran secara menyeluruh terhadap peristiwa itu.

Dalam penempatan foto biasanya dengan memilih bagian-bagian yang dianggap menarik seperti dramatis, menyentuh. Dalam penempatannya, foto seri tidak membutuhkan urutan sesuai kronologi kejadian seperti dalam penempatan foto sikuen. Namun diatur sesuai keinginan editor maupun fotografer.

Jumalah pemuatan foto seri ini juga tidak ada kentuan. Pemuatan dapat disuaikan menurut kebutuhan atau space (ruang) yang tersedia. Beberapa media memberikan ruang yang cukup besar bisa sampai satu halaman atau lebih untuk sebuah foto seri yang menggambarkan kejadian besar seperti meletusnya Gunung Merapi, Tsunami Aceh, Gemba Yogyakarta dll.

Namun untuk peristiwa tertentu yang dianggap biasa, biasanya tak kurang dari 3 foto. Foto seri ini bersifat fleksibel, karena dalam penempatannya antara fotu satu dengan foto yang lainnya tidak saling terkait. Foto seri tidak memutus alur cerita foto yang tersaji, jika salah satu atau dua foto diturunkan dari layout sebuah halaman. Dalam penyajiannya foto seri biasanya juga dilengkapi narasi secukupnya, serta masing-masing foto juga dibubuhkan keterangan foto yang menyertainya.

Esai foto – adalah rangkaian cerita foto yang saling berkaitan yang keinginan untuk menggambarkan sebuah aktivitas kehidupan manusia. Rangkaian foto diharapkan memberikan gambaran lengkap dan menyeluruh terhadap sebuah fakta yang diliput. Esai foto biasanya juga disertai teks foto dan narasi cerita secukupnya utuk memperkuat terhadap ide cerita foto.

Subjek untuk esai foto bisanya beragam; bisa peristiwa, tokoh, kehidupan manusia dalam kesehariannya dll. Cara penuturanyapun beragam; kronologis, tematik maupun dalam bentuk penuangan yang lain.

http://fotoprenuer.blogspot.com

 

Esai foto bersifat fleksibel, yang terpenting adalah foto-foto yang disajikan saling melengkapi, menjadi sinergi dalam satu-kesatuan dalam bentuk alur cerita. Secara umum, foto-foto disusun menjadi cerita yang punya narasi atau alur.

Foto pertama biasanya memikat, memancing pembaca agar ingin tahu kelanjutan dari cerita tersebut. Selanjutnya foto-foto yang membangun badan cerita dan menggiring pemirsa ke puncak. Kemudian foto yang melengkapi cerita dan foto penutup yang berfungsi mengikat sekaligus memberikan kedalaman dan makna foto.

Tidak ada ketentuan berapa jumlah foto esai foto yang disajikan. Namun yang terpenting foto-foto yang disajikan telah mewakili dan mampu cerita tentang fakta yang digambarkan dalam bentuk foto-foto. Sejumlah media cetak seperti Kompas, The Jakarta Post, Jakarta Globe menyajikan esai foto dalam satu halaman surat klabar tak kurang dari 7 – 8 foto. (dodo hawe)

Featured

  • Ikhtiar Pembaruan Pendidikan dari Blitar
    Sabtu, 5 April 2014 | 15:33

    Ikhtiar Pembaruan Pendidikan dari Blitar

  • Memotret 10.000 Manula di Pedesaan China
    Kamis, 6 Maret 2014 | 09:52

    Memotret 10.000 Manula di Pedesaan China

  • Menengok Kediaman Raden Ngabehi di Kota Blitar
  • Blog

  • Rekayasa dalam Foto Jurnalistik
    Senin, 16 Desember 2013 | 12:45

    Rekayasa dalam Foto Jurnalistik

  • Memilih Posisi Saat Memotret
    Senin, 16 Desember 2013 | 12:41

    Memilih Posisi Saat Memotret

  • Tinjauan Lain Dalam Menilai Fotografi
    Kamis, 26 September 2013 | 22:01

    Tinjauan Lain Dalam Menilai Fotografi

  • Memotret Karnaval Melelahkan Tapi Menyenangkan
    Senin, 9 September 2013 | 17:42

    Memotret Karnaval Melelahkan Tapi Menyenangkan

  • Ide dan Kreativitas Memotret Tomas Bogonez
    Jumat, 8 Maret 2013 | 15:47

    Ide dan Kreativitas Memotret Tomas Bogonez